Pengertian Sistem Temu Kembali/Information Retrieval System!

7557
Pengertian Sistem Temu Kembali/Information Retrieval System
Sumber Gambar: web.cs.dal.ca

Sistem Temu Kembali/Information Retrieval System merupakan ilmu dan seni.

Sebelum lebih lanjut membahas information retrieval system, baiknya mengetahui definisi information retrieval (temu kembali informasi), agar bisa memahami secara menyeluruh.

Pengertian Information Retrieval

Pengetian Information Retrieval (IR) atau disebut “temu kembali/balik infromasi” secara umum merupakan seni dan ilmu yang mendalami bagaimana cara untuk me-organisasikan, me-representasikan, menyimpan, serta melakukan pencarian informasi dalam bentuk teks dan multimedia.

Sedangkan definisi teknis Information Retrieval yaitu mempelajari bagaimana prosedur-prosedur serta metode-metode untuk menemukan kembali informasi yang tersimpan dari berbagai sumber yang relevan ataupun koleksi sumber informasi yang dicari/dibutuhkan.

Dengan cara atau tindakan mengindex (indexing), pencarian (searching), dan pemanggilan data kembali (recalling).

Definisi Sistem Temu Kembali Informasi

sistem-temu-kembali-informasi
Sumber Gambar: Shutterstock

Pengertian information retrieval system atau disebut juga sistem temu kembali informasi secara umum, menurut wikipedia biasa digunakan untuk temukan kembali informasi-informasi yang bersangkut-paut atau relevan berdasarkan kebutuhan pengguna/user dari suatu kumpulan informasi secara otomatis.

Nah, salah implementasi atau penerapan umum yang kita sering gunakan dari sistem temu kembali informasi yaitu search engine (mesin pencarian) pada jaringan internet, seperti Google, DuckDuckGo, Bing, Yandex, dan lain-lain.

Kita sebagai pengguna bisa mencari halaman-halaman website yang dibutuhkan melalui mesin pencarian tersebut.

Definisi Sistem Temu Kembali Menurut Ahli

Pengertian Information Retrieval System menurut Gerald J. Kowalski dalam bukunya yang berjudul “Information Storage and Retrieval System Theory and Implementation”, sistem temu kembali informasi adalah suatu sistem yang mampu melakukan penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan informasi.

Informasi dalam konteks ini bisa berupa informasi teks (termasuk data numerik dan tanggal), gambar, audio, video, dan objek multimedia lainnya.

Tujuan Information Retrieval System

Tujuan dari sistem information retrieval yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna dengan me-retrieve semua dokumen yang mungkin relevan.

Tetapi pada waktu yang sama me-retrieve se-sedikit mungkin dokumen yang tidak relevan.

Sistem information retrieval yang baik memungkinkan pengguna menentukan secara cepat dan akurat apakah isi dari dokumen yang diterima memenuhi kebutuhannya, didalam information retrieval mendapatkan dokumen yang relevan tidaklah cukup.

Tujuan yang harus dipenuhi dalam suatu information retrieval adalah bagaimana menyusun dokumen yang telah didapatkan tersebut ditampilkan terurut dari dokumen yang memiliki tingkat relevansi tinggi ke tingkat relevansi yang lebih rendah.

Penyusunan urutan dokumen tersebut disebut sebagai perangkingan dokumen.(Gerald. 2000:2)

Sub-bidang Information Retrieval

Information retrieval Sebagai suatu bidang tersendiri dalam ilmu komputer.

Information retrieval memiliki beberapa sub-bidang, yaitu sebagai berikut:

1. Document routing, filtering, dan selective dissemination

Ini berbalik arah dengan proses IR pada umumnya.

Jika proses information retrieval yang umum adalah membandingkan dokumen dengan query yang dimasukan user.

Sedangkan pada document routing, filtering, dan selective dissemination sistem akan membandingkan antar dokumen berdasarkan query untuk mendapatkan dokumen yang dapat menarik minat pengguna.

Contoh pada kasus ini yaitu agregator berita.

Misalnya dengan menggunakan proses routing untuk memisahkan berita berdasarkan tema tertentu (bisnis, politik, olahraga, dan sebagainya).

2. Text clustering and categorization system

Text clustering and categorization system adalah sistem information retrieval yang akan mengelompokkan dokumen berdasarkan kunci tertentu.

3. Summarization system (peringkas teks)

Sistem ini akan membuat ringkasan dari teks yang diberikan. Contohnya adalah snippet (cuplikan) yang ditampilkan pada hasil pencarian web.

4. Information extraction system

Information retrieval ini berfungsi mengidentifikasi entitas bernama, seperti nama tempat dan tanggal.

Sistem ini juga dapat menkombinasikan informasi-informasi ke dalam rekaman terstruktur yang mendeskripsikan hubungan antara entitas-entitas tersebut.

Misalkan untuk membuat daftar buku dan pengarangnya dari web data, ekstraksi informasi dari legal document (seperti undang-undang, peraturan pemerintah, dan sebagainya).

5. Detection and tracking system (sistem pendeteksi & pelacakan topik)

Sistem ini berguna untuk mengidentifikasi topik peristiwa dalam berita dan sumber-sumber informasi yang sama.

6. Expert search system (sistem pencari keahlian)

Sistem ini akan melakukan pengidentifikasian keahlian dari seorang anggota organisasi.

7. Question answering system (sistem tanya jawab)

Sistem yang mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber untuk memberikan jawaban yang singkat dari pertanyaan tertentu.

Sistem ini kadang juga digabungkan dengan tema information retrieval lain, seperti: pencarian, peringkas teks, dan ekstraksi informasi.

Jika sistem information retrieval pada umumnya adalah mengembalikan dokumen yang relevan kepada user berdasarkan query yang di inputkan.

Namun pada sistem tanya jawab yang dikembalikan yaitu berupa kalimat singkat untuk menjawab pertanyaan user.

8. Multimedia information retrieval system

IR yang mengembangkan teknik-teknik information retrieval pada data multimedia seperti gambar, video, musik, dan pidato.

Contoh dari sub-bidang ini adalah pencarian gambar, pencarian musik, video, dan sebagainya.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa penjelasan definisi/pengertian information retrieval system/sistem temu kembali informasi, lengkap mulai dari pengertian, tujuan, dan sub-bidang dari sistem temu kembali informasi.

Terima kasih!

Referensi: (Gerald. 2000:2), (Butcher et al. 2010:4)

Silahkan Like Fanspage dan Follow akun media sosial kepotek untuk mendapatkan informasi terbaru seputar teknologi.

Share artikel ini, jika menurut Kamu bermanfaat bagi orang lain dan jangan lupa tinggalkan jejak dalam bentuk komentar positif dan membangun.

Apresiasi kamu dalam bentuk apapun sangat berarti untuk terus belajar, berbagi, dan melanjutkan perjuangan bersama. Terima kasih

Salam Kepotek. Kepoin Teknologi!