Mengenal Tiga Jenis Trader Pair Currency

Mengenal Tiga Jenis Trader Pair Currency:

Ada tiga jenis karakter yang terkenal dan umum di kalangan trader pair mata uang.

Semua karakter memiliki cara sendiri dalam menentukan keputusan.

Seperti target entry posisi, take profit, stop lose, take profit & stop lose, dan juga time frame atau batasan waktu dalam setiap kegiatan trading mereka.

1. Swing Trader

Trader jenis swing adalah trader yang biasanya bermain dalam trend jangka panjang. Kurun waktunya bisa sampai 1-3 bulan bahkan bisa lebih.

Oleh sebab itu trader swing harus memiliki ketahanan modal yang cukup dalam setiap transaksi mereka.

Terkadang mereka tidak menempatkan stop lose pada transaksi mereka.

 2. Daily Trader

Daily Trader atau trader harian jangka waktunya sendiri 1-7 Hari.

Trader harian biasanya melakukan transaksi setiap hari pada trend minor ataupun reversal.

Dimana trend akan membentuk landasan/Base sebelum terjadi Rally meneruskan trend, dan memanfaatkan situasi Side Way.

Daily Trader menempatkan stoplose dan take profit bedasarkan garis Fibonaci.

Indikator Fibonaci ini cukup terkenal dalam menetukan target rasional serta mengukur kekuatan dari trend itu sendiri.

Dalam memprediksi dan menentukan apakah trend akan terus berlanjut.

Daily trader menerapkan pengamanan dengan cara mengeser atau merubah stop lose

dan take profit ketika mereka berada dalam posisi profit, serta tetap bertahan karena meyakini trend akan terus berlanjut pada hari-hari berikutnya.

Tujuan:

  1. Mengamankan keutungan yang sudah mereka dapatkan pada hari sebelumnya.
  2. Memindahkan resiko pada posisi profit, ketika mereka akan bertahan dengan keyakinan bahwa posisi trend pada hari selanjutnya masih meng-indikasikan strength trend.

3. Scalper

Scalper dalam kamus bahasa indonesia diterjemahkan sebagai kutu loncat.

Istilah scalper dmuncul dikarenakan trader jenis yang bisa masuk dan keluar pasar sangat cepat dan dapat keluar masuk berkali-kali dalam satu hari.

Time frame yang scalper gunakan adalah 15M dan 30M.

Perbandingan resiko dengan profit (1:3) bahkan lebih.

Seorang scalper trader menempatkan resiko tiga kali tebih tinggi dan tentunya tidak sebanding dengan keuntungan.

Standart target PIP yang mereka tempatkan tidak lebih dari kisaran 5-20 PIP (Relativ). Sangat tidak disarankan untuk trader yang masih pemula.

Harap bersabar untuk melakukan tehnik ini.

Dikarenakan anda harus memiliki sistem management trading, psikologi yang matang, dan teknikal yang mumpuni dalam mengendalikan transaksi dengan teknik scalper.

Standart pengetahuan setidaknya harus mengerti money management,

pengetahuan tentang laverage, dan jenis resiko sebagai komponen pembanding saat melakukan transaksi ketika berada pada posisi lose (Floating).

Spekulasi terkadang di butuhkan dalam sistem trading scalper.

Mari Investasi dan semoga bermanfaat!