Drama pasar saham Indonesia terus berlanjut kali ini tokoh utama antagonis adalah pandemi Virus Corona.

Virus Corona telah melanda hampir seluruh dunia dan berdampak sangat merugikan bagi banyak sektor perekonomian.

Diprediksi oleh para ahli ekonomi dampak dari covid -19, akan menghadapkan dunia pada resesi Ekonomi Global.

Perang dagang yang terjadi antara negara digdaya Amerika serikat dan Cina yang tidak kunjung reda dan semakin memperburuk situasi perekonomian dunia saat ini.

WHO News “Corona Statue and Impact”

Berikut ini adalah data IHSG semenjak who menetapkan status Corona Virus menjadi gawat-darurat.

Pada 31 januari 2020 sebagai awal ditetapkannya Covid 19 Sebagai tersangka oleh WHO, Index Harga Saham Gabungan terus melorot.

 

Tanggal 24 Maret 2020 menjadi ujung penurunan IHSG yaitu dari ( 5940,05) ke (3937,63).

Penurunan harga saham gabungan ini adalah reaksi yang wajar mengingat potensi dampak negatif yang akan terjadi.

contohnya, perusahaan yang langsung ambruk terkena dampak negatif semenjak berita ini dirilis yaitu sektor pariwisata.

Peristiwa ini membentuk gelombang ketidak pastian pada pergerakan IHSG dimana pelaku pasar cenderung wait and see.

Dampak terburuk yang diduga akan terjadi kepada IHSG gelombang kedua yaitu akan terbentuknya treen baru yang mengarah kepada bearish yang semakin curam.

Kebijakan Pemerintah dan Dampak Positif Terhadap IHSG

Menghadapi permasalaan besar terkait isu resesi yang diakibatkan pasar global yang melemah.

ditambah kemerosotan dan melemahnya perputaran roda perekonomian nasional akibat pandemi c-19 yang diduga akan terjadi.

Pemerintah RI tidak tinggal diam.

Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk merangsang pertumbuhan dan mempertahankan usaha dalam negri.

Belajar dari pengalaman tiongkok merespon permasalahan terkait pandemi C-19 yang nyaris meluumpuhkan perkonomiannya.

RI juga menerapkan langkah yang sama dengan melakukan lockdown pada daerah yang terjangkit virus ini.

Kebijakan tersebut dianggap sangat relefan dan direspon pasar dengan positif, dengan kebijakan pemerintah melockdown memberi peluang bagi pasar untuk tetap aktif disejumla wilaya yang tidak terjangkit dan tidak melumpuhkan roda perekonomian dalam sekala yang lebih besar.

Kebijakan tersebut langsung disambut IHSG dengan positif dengan pergerakan pasar saham yang meningkat disejumlah sektor.

Dangan kebijakan tersebut pemerintah juga akan meminimalkan dampak kerugian pasca bencana virus corona nantinya dan melakukan pemulihan yang lebih cepat.

kebijakan perpajakan dan penangguhan kredit pada sektor-sektor terancam oleh dampak pandemi juga menimbulkan sentimen positif pada IHSG.

Langkah tersebut secara tidak langsung dianggap sebagai ketegasan pemerintah untuk mencegah angka pengangguran.

Dengan kebijakan tersebut para pengusaha diwajibkan sebisa mungkin untuk tetap mempertahankan para pekerja dan bersama-sama bertanggung jawab, menghadapi tantangan dan perbaikan dimasa yang akan datang pasca bencana wabah corona ini.

 

3 COMMENTS

  1. Scarlett bininya aki

    Aku suka baca artikel disini. Moga bermanfaat bagi orang banyak. Semangat terus author

  2. Mana sumber nya ini ? Valid kah ?

    • Sudah disertakan pada link terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here