Dampak Psikologis Masyarakat Pasca Pandemi Corona

Psikologis Masyarakat Indonesia Pasca Corona

Pembatasan aktifitas sosial yang telah diterapkan pemerintah untuk mencegah merebaknya pandemi Covid-19 adalah keputusan yang tepat.

Kebijakan tersebut diduga akan merubah gaya hidup bersosial masyarakat dalam jangka panjang.

Ketakutan akan terus membayangi masyarakat mengingat banyaknya korban yang meninggal dunia disebabkan wabah ini.

Selain dampak ekonomi, virus ini juga akan berdampak secara psikologis pada masyarakat kususnya indonesia dalam waktu waktu yang lama.

Dampak Corona

Pertanyaan tanpa jawaban yang pasti, akan semakin menimbulkan tekanan secara “mental” ditambah lagi ketidak siapan pemerintah RI dalam penanggulangan.

Bagaimana tidak bahkan negara besar seperti amerika juga kelabakan menghadapi pandemi ini.

Baca Juga :

Peneliti Harvard Penyebar Covid 19 Ditangkap Pihak AS

Dampak Virus Corona terhadap IHSG Pasca Putusan WHO! Jilid 2

Dampak Psikologis Pasca Corona

Dampak psikologi yang timbul dilatarbelakangi berbagai pertanyaan kekhawatiran dari masyarakat.

Berikut kami rangkum pertanyaan yang menjadi awal penyebab tekanan psikologis :

  • Virus C-19 dapat menular dari manusia ke manusia dengan sangat cepat.
  • Sama sekali tidak bisa dianggap enteng mengingat banyaknya korban meninggal dunia.
  • Pandemi membunuh korbannya dengan cara yang sangat menyakitkan dangan kesulitan bernafas sampai akhirnya meninggal.
  • Sampai saat ini Belum ditemukan obat paten ataupun vaksin yang bisa menyembuhkan Virus corona.
  • Dengan 1 Orang yang terjangkit yang lolos saja bisa membuat bencana terulang kembali sementara sudah ada jutaan yang terinfeksi, apakah mungkin bisa dikembalikan menjadi 0.
  • Cina yang menyatakan bebas corona hanya membohongi masyarakatnya sendiri dan kenyataannya virus masih menular pada penduduknya.
  • Ketidaksiapan penanganan medis baik peralatan,pelayanan, jaminan kesehatan dan tenaga ahli terkait penanganan virus.
  • Kapanpun dan dimanapun, virus bisa menular dimana saja meningkatkan rasa cemas berlebihan dan membebani psikologis.
  • Kerumunan orang dianggap seperti kerumunan virus
  • Akan semakin bertambahnya jumlah pengangguran bersekala besar berpotensi menambah angka kejahatan.
  • Perselisihan keluarga akibat persoalan ekonomi, karena keuangan yang semakin terpuruk.
  • Akan terjadi reformasi gaya hidup secara global dengan pembatasan sosial.
  • Banyak hutang dan sangat kesulitan membayar kredit.
  • Standar baru harus mengunakan masker ketika bepergian dan sulit berexpresi.

Istilah yang cocok menggambarkan keadaan ini adalah maju kena mundur kena, tekanan psikologis akan terjadi dalam jangka panjang dan pada parameter tertentu.

Mari kita menjawab pertanyaan dibawah ini untuk membuktikan dampak psikologis dalam jangka panjang.

  1. Setelah pemerintah mencabut status lockdown dan pembatasan sosial apakah kamu berani menaiki kendaraan umum yang berdesak-desakan?

A. Tidak berani

B. Ragu-ragu

C. Berani jika obat corona sudah ditemukan

D. Tidak berani karena belum ada vaksin

E. Terpaksa naik walaupun khawatir sepanjang perjalanan.

Bagaimana, apa pilihan anda apakah sudah ada jawabannya?

Dampak COVID-19 Bagi orang Kurang Mampu

Parameter kedua adalah dampak psikologis perekonomian pada wong cilik, terutama bagi

orang-orang yang bernafas dari sektor pariwisata, baik pedagang kecil dipantai dan toko suvenir yang juga harus menyewa kios.

Pesimis, karena tetap saja orang akan takut berkelompok dan menunda semua kegiatan wisata  sampai waktu yang tidak pasti.

Dampak Corona pada Psikologis Anak

Dengan tekanan stres yang diterima oleh orang tua biasanya akan berimbas kepada anak-anak.

Orang tua akan lebih sering membentak dan menakut-nakuti anak mereka dengan berbagai alasan kecil.

  • Dampak psikologis turunan tersebut mau tidak-mau akan terjadi

Orang tua yang akan kesulitan dalam mencari nafkah akan sangat lelah dan stres, kemudian kedua orang tua akan sering berdebat.

Seperti yang kalian duga tentu saja anak akan terima dampaknya sedikit banyak. Jika semua temannya menerima perlakuan serupa apa kira-yang akan terjadi?

Anak-anak semakin kehilangan ruang sosialnya dan cenderung memberontak ataupun menutup diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here